Setelah euforia liburan akhir tahun dan perayaan Imlek (bagi yang merayakan), kini saatnya kembali ke realitas dan memeriksa saldo rekening. Tak dapat dipungkiri, pengeluaran selama liburan sering kali membengkak, dan meninggalkan sedikit "lubang" di dompet. Namun, jangan khawatir! HerWorld memiliki tips jitu untuk mengatur kembali keuanganmu di bulan Februari ini agar tetap stabil dan siap menghadapi bulan-bulan berikutnya.
Langkah pertama yang krusial adalah evaluasi. Cek kembali riwayat transaksi selama liburan. Identifikasi pos-pos pengeluaran terbesar. Apakah itu tiket pesawat, akomodasi, oleh-oleh, atau makan di restoran fancy? Dengan mengetahui ke mana saja uangmu "berlari", kamu bisa lebih bijak dalam mengatur pengeluaran di masa mendatang.
Setelah evaluasi, saatnya "mengobati" luka keuangan. Ini bukan berarti kamu harus hidup super irit, tetapi lebih kepada menyeimbangkan kembali neraca keuangan. Caranya?
(Baca Juga: Ini 5 Tips Menjadi Wanita Karier yang Sukses dan Mandiri)
Anggaran adalah kunci. Catat semua pemasukan (gaji, freelance, dll.) dan pengeluaran rutin (cicilan, tagihan, kebutuhan sehari-hari). Sisihkan dana untuk tabungan dan investasi (ya, ini penting!). Sisanya? Barulah untuk kebutuhan sekunder dan tersier (hiburan, hangout, dll.).
Godaan diskon dan promo di bulan Februari memang menggiurkan. Namun, tahan diri! Bedakan antara kebutuhan (sesuatu yang esensial untuk hidup) dan keinginan (sesuatu yang bisa ditunda). Sebelum menggesek kartu atau klik "beli", tanyakan pada diri sendiri: "Apakah aku benar-benar membutuhkan ini, atau hanya menginginkannya?".
Bukan berarti tidak boleh menikmati promo, ya. Manfaatkan dengan cerdas. Cari diskon untuk kebutuhan sehari-hari (misalnya, grocery atau e-commerce). Jika ada promo restoran, pilih yang sesuai anggaran dan tidak membuatmu kalap.
Tantang dirimu untuk "puasa" belanja barang-barang yang tidak terlalu penting selama sebulan. Misalnya, tunda dulu membeli baju baru, tas branded, atau gadget terbaru. Alihkan dana tersebut untuk menambal "lubang" akibat pengeluaran liburan.
Jika memungkinkan, cari side hustle atau pekerjaan freelance untuk menambah pemasukan. Manfaatkan skill yang kamu miliki, misalnya menulis, desain grafis, fotografi, atau mengajar les privat.
Selain mengatur keuangan bulanan, Februari juga waktu yang tepat untuk memikirkan strategi jangka panjang.
Investasi adalah cara untuk mengembangkan uangmu. Ada banyak pilihan investasi yang sesuai, mulai dari reksa dana, saham, P2P lending, hingga emas. Sesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuanganmu. Jangan tunda lagi!
Dana darurat adalah "penyelamat" saat terjadi hal tak terduga (misalnya, sakit, PHK, atau perbaikan mendadak). Idealnya, miliki dana darurat sebesar 3-6 kali pengeluaran bulanan. Jika belum punya, mulailah menyisihkan sedikit demi sedikit setiap bulan.
- Bawa Bekal dan Kurangi Jajan: Membawa bekal makan siang ke kantor atau kampus jauh lebih hemat daripada jajan di luar. Selain itu, kamu juga bisa mengontrol kualitas makanan yang kamu konsumsi.
- Manfaatkan Transportasi Umum atau Carpooling: Jika memungkinkan, gunakan transportasi umum atau carpooling dengan teman untuk menghemat biaya transportasi.
- Cari Hiburan Gratis atau Murah: Hangout tidak harus mahal. Cari kegiatan gratis atau murah, misalnya piknik di taman, mengunjungi museum (banyak yang gratis pada hari-hari tertentu), atau movie marathon di rumah.
- Staycation? Kenapa Tidak?: Jika ingin liburan singkat, staycation di kota sendiri bisa jadi pilihan hemat. Sewa apartemen atau guesthouse bersama teman-teman, lalu jelajahi tempat-tempat menarik di kotamu.
(Baca Juga: Ini 5 Tools Andalan Agar Kerjamu Lebih Efektif)
Mengatur keuangan pasca liburan memang membutuhkan effort lebih. Namun, dengan konsisten dan disiplin dalam menjalankan tips-tips di atas, kamu pasti bisa melewati bulan Februari dengan keuangan yang lebih sehat. Ingat, financial freedom dimulai dari kebiasaan mengatur keuangan yang baik. Selamat mencoba!
(Penulis: Deanisha Oktaviani)