Life & Health

Mengenal Manfaat dan Cara Diet IF, Jangan Sampai Keliru!

By : Natasha Fitrand - 2025-01-08 14:00:01 Mengenal Manfaat dan Cara Diet IF, Jangan Sampai Keliru!

Bagi kamu yang sedang ingin menurunkan berat badan, mungkin kebingungan dengan banyaknya program diet yang tersedia saat ini. Mana yang paling baik dan cocok untukmu? Apakah perlu mencoba satu per satu untuk menemukan program diet yang paling manjur? Diantara banyaknya program diet yang ada saat ini, salah satu diet yang sudah teruji serta dianggap paling terbukti dan ampuh adalah diet Intermittent Fasting (IF). Bisa jadi, salah satu teman atau anggota keluargamu juga sudah mencoba diet IF ini. Apa itu diet IF, manfaat, dan cara menerapkannya? Simak rangkuman Her World di bawah ini.


Mengenal Diet Intermittent Fasting (IF)


(Mengenal Manfaat dan Cara Diet IF. Foto: Dok. freepik)

Pada program diet lainnya, mungkin kamu perlu mengatur jenis makanan atau jumlah yang dikonsumsi. Bebreda dengan diet lainnya, diet IF sendiri adalah pengaturan pola makan dengan cara berpuasa, yaitu menggunakan jeda waktu untuk bisa mengonsumsi makanan. Diet IF umumnya dilakukan dalam waktu 16 jam berpuasa dan 8 jam untuk mengkonsumsi makanan. Penelitian menunjukkan diet IF yang menerapkan puasa makan selama beberapa jam tertentu setiap hari dapat memberikan manfaat kesehatan, beberapa diantaranya termasuk mengurangi risiko lebih tinggi terkena obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan penyakit-penyakit lainnya.

Bagi kamu yang sudah terbiasa tidak mengonsumsi sarapan pagi, diet IF ini cocok untukmu. Walau puasa makan dan minum dalam waktu tertentu, kamu tetap bisa mengkonsumsi air mineral atau teh dan kopi tanpa gula sehingga kamu tidak perlu khawatir menjadi dehidrasi ketika melakukan diet IF ini.


(Baca Juga: Yuk Sehat! Ini 4 Tips Menurunkan Berat Badan Ala Kpop Idol)


Selain tentunya membantu menurunkan berat badan dan mengurangi risiko berbagai penyakit, diet IF juga memiliki beragam manfaat lainnya untuk kesehatan seperti berikut.


1. Menurunkan kadar gula darah.

2. Menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kolesterol.

3. Mengurangi rasa lapar yang terlalu sering.

4. Meningkatkan metabolisme sampai 14%.

5. Mengurangi ketergantungan pada makanan tinggi gula.

6. Mengurangi rasa cemas dan stres, dan dapat menghindari asupan makanan berlebihan.


Tidak hanya itu, menerapkan diet IF juga dapat membantumu untuk mengurangi pengeluaran bahan makan setiap harinya karena diet IF tidak memerlukan persiapan makanan khusus dengan harga mahal, kemudian kamu tetap dapat mengkombinasikan menu makanan, sekaligus mampu memotong kadar asupan karbohidrat dan gluten sebesar hingga 65%. Tentunya dengan berbagai macam manfaat untuk kesehatan ini, kamu mulai tertarik menerapkan diet IF sehari-hari. 


Cara Diet Intermittent Fasting (IF)

(Mengenal Manfaat dan Cara Diet IF. Foto: Dok. freepik)

Diet satu ini tidak hanya memiliki satu cara tetap saja, melainkan ada beberapa variasi cara yang bisa kamu lakukan tergantung dengan preferensi atau kondisi tubuhmu. Kamu bisa mencoba beberapa cara di bawah ini untuk menentukan metode diet IF yang paling cocok denganmu.


1. 16/8

Metode satu ini termasuk waktu intermittent fasting yang paling populer untuk diterapkan, yaitu 16 jam puasa dan 8 jam makan. Seperti contoh, kamu berhenti makan tepat di jam 8 malam, lalu tidak makan hingga jam 12 siang. Kemudian dari jam 12 siang sampai jam 8 malam, kamu boleh mengonsumsi makanan kembali. Pada jeda waktu puasa, kamu tetao boleh minum air mineral, teh, dan kopi tanpa gula untuk mencukupi hidrasi.


2. 5:2


Metode satu ini dilakukan dengan makan secara teratur selama lima hari dalam seminggu. Kemudian untuk dua hari lainnya, kamu membatasi diri dengan satu kali makan sebanyak 500–600 kalori. Contohnya, jika kamu makan secara normal setiap hari dalam seminggu kecuali hari Senin dan Kamis dimana kamu memilih untuk hanya makan sebanyak satu kali dengan jumlah kalori yang dikurangi.


(Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana yang Dapat Menurunkan Berat Badan!)


3. Eat-stop-eat


Selain itu, ada pula metode dimana kamu berpuasa dalam periode yang lebih lama seperti 24, 36, 48, hingga 72 jam dalam satu minggu. Contohnya jika kamu berpuasa selama 24 jam dalam 1 hari, kemudian di hari selanjutnya kamu dapat mengkonsumsi makanan atau minuman seperti biasanya dalam 24 jam. Kamu bisa mengatur waktu kapan akan berpuasa dalam seminggu yang terbaik untukmu, tapi metode berpuasa dengan periode lama ini tidak dianjurkan untuk semua orang karena berpotensi berbahaya bagi yang tidak terbiasa.


Itu adalah manfaat dan cara menerapkan diet Intermittent Fasting (IF) bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan. Ingat, apapun itu metode dietnya, jangan sampai berlebihan untuk tetap menjaga kesehatanmu, ya.


Life & Health