Selebrasi hari raya agama selalu menjadi momen yang membawa kebahagiaan bagi semua orang. Pada hari raya, orang-orang akan merasakan kebersamaan, saling berbagi, dan juga menjalani tradisi unik yang melakat. Idul Adha menjadi salah satu hari raya yang selalu dinantikan, khususnya bagi umat Islam.
Jatuh setiap tanggal 10 Zulhijah, terdapat serangkaian kegiatan yang akan dilakukan. Menjelang Idul Adha, para muslim akan berpuasa sunah, kemudian sholat Id, dan dilanjutkan dengan menyembelih hewan kurban. Tak lupa juga hasil berkurban akan dibagikan ke masyarakat sekitar. Selain dari tiga hal yang umum dilakukan tersebut, terdapat berbagai macam tradisi lain yang kerap dilakukan pada perayaan idul Adha di berbagai daerah. Penasaran? Simak penjelasannya di bawah ini!
Tradisi manten sapi atau pengantin sapi yang dilakukan oleh masyarakat Pasuruan selalu dinantikan setiap tahunnya. Dilaksanakan sehari sebelum Idul Adha, warga setempat biasanya akan memilih hewan kurban, lalu memandikannya, dan merias hewan tersebut dengan elok. Riasan ini pun menyerupai pengantin, dikalungi bunga tujuh rupa dan juga dilengkapi kain putih. Setelahnya, hewan kurban akan diarak oleh warga sebelum diserahkan ke panitia kurban. Meski terkesan sederhana, tradisi ini melambangkan rasa kehormatan manusia kepada hewan kurban yang akan disembelih.
(Baca juga: Libur? 5 Aktivitas Ini Bisa Menghilangkan Bosan di Rumah)
Accera Kalompoang sudah terjadi sejak 1605 sehingga tradisi ini sudah sangat melekat pada masyarakat. Bahkan tradisi ini sudah dinobatkan sebagai warisan tak benda dan meraih sertifikat resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kini Kemendikbudristek) pada 2018. Dilaksanakan setelah salat Idul Adha, kegiatan Accera Kalompoang melibatkan keluarga kerajaan dan Pemerintah Kabupaten Gowa dalam proses pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa.
Tak hanya saat Idul Adha, tradisi Gamelan Sekaten sebenarnya dilakukan pula saat Idul Fitri. Tradisi ini biasanya digelar di Keraton Kasepuhan Cirebon saat perayaan hari raya. Lantunan gamelan yang berlangsung dari pagi hingga siang ini akan dimulai setelah sultan Keraton Kasepuhan keluar dari Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Sekilas fun fact, kehadiran Gamelan Sekaten diyakini datang dari pengaruh Wali Songo, khususnya Sunan Gunung Jati, sebagai pertanda dakwahnya tentang Islam lewat seni pada zaman dulu.
(Baca juga: Intip 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Melakukan Vaksinasi HPV!)
Idul Adha memang identik dengan menyembelih hewan kurban. Namun, faktanya, terdapat serangkaian kegiatan unik lainnya yang dilakukan masyarakat untuk menyambut hari raya tersebut. Tak hanya menjadi ajang selebrasi, tapi Idul Adha juga menjadi momen masyarakat untuk merenung, bersyukur, dan berbagi bersama.
(Penulis: Zahrah Pricila)