Normalnya, setiap orang dewasa membutuhkan waktu tidur berkualitas selama tujuh hingga sembilan jam setiap hari untuk memastikan gaya hidup yang sehat dan semangat beraktivitas di keesokan harinya. Sayangnya, masih banyak orang yang mengalami gangguan tidur yang bahkan sampai mengakibatkan insomnia. Hal ini jika dibiarkan terus-menerus bisa merusak sleeping schedule dan tubuh akan terasa lebih lemas, lunglai, letih, atau lesu yang juga dapat membuat kondisi tubuh lebih rentan terhadap penyakit. Selain itu, kehilangan jam tidur atau tidak mendapatkan tidur yang berkualitas juga dapat mempengaruhi mood selama seharian, membuat aktivitas apapun terasa lebih berat.
Terdapat beberapa jenis gangguan tidur yang bisa mempengaruhi kualitas tidur, termasuk insomnia atau sulit tidur, hiperinsomnia atau kebalikan dari insomnia yaitu tidur berlebihan yang mengakibatkan mengantuk sepanjang hari, tidur berjalan, mimpi buruk, sleep paralysis, sleep apnea, dan sleep terror yang biasa terjadi di anak-anak. Jenis gangguan tidur ini bisa disebabkan oleh banyak hal, namun pemicu umumnya adalah stres dan kecemasan, atau dalam beberapa kasus akibat depresi.
Selain hal-hal di atas, kamu juga bisa melihat pola tidur atau gejala yang kamu rasakan saat tidur untuk menilai apakah kamu mendapatkan tidur yang berkualitas atau tidak. Beberapa gejala gangguan tidur ringan termasuk kebiasaan mendengkur, tersedak, mengertakkan gigi, atau berhenti bernapas sesaat ketika sedang tidur, sering terbangun saat sudah tertidur dan sulit untuk tidur kembali, atau bangun dan tidur di waktu yang tidak teratur juga bisa kamu rasakan sehari-hari.
Penting bagi kamu untuk memperbaiki kondisi tempat tidur yang dapat memudahkanmu untuk tidur lelap dan lebih berkualitas. Jika bantal dan selimutmu yang kamu miliki tidak memberikan perubahan apapun, mungkin itu tandanya kamu perlu mencoba weighted blanket.
(Baca Juga: Wajah Bengkak? Kenali Cortisol Face dan 4 Cara Mengatasinya)
Berbeda dari selimut pada umumnya, weighted blanket adalah sejenis selimut terapi yang beratnya bisa mencapai antara 2 hingga 13 kilogram. Weighted blanket bekerja layaknya terapi tekanan yang tidak hanya berasal dari bobot tubuh, tetapi juga bobot dari selimut yang melilit tubuh. Weighted blanket juga memanfaatkan tekanan yang dapat merelaksasikan sistem saraf, detak jantung, dan pernapasan sehingga membuatmu lebih rileks. Bagi beberapa orang, menggunakan weighted blanket dapat memberikan pengalaman seperti dipeluk yang nyaman dan menenangkan.
Bagi kamu yang mengalami gejala atau gangguan tidur, weighted blanket dapat membantumu lebih mudah terlelap dan memperbaiki kualitas tidurmu. Weighted blanket bekerja dengan baik terutama bagi orang-orang yang mengalami kecemasan, autism, atau ADHD yang membuat mereka susah tidur. Weighted blanket juga dapat meredakan nyeri dan pegal pada tubuh, bobotnya yang melilit tubuh juga memberikan efek menghangatkan yang lebih tahan lama.
Kamu bisa menyesuaikan weighted blanket seperti yang kamu butuhkan. Untuk pemula, ada baiknya memilih weighted blanket dengan bobot yang tidak berlebihan untuk melihat apakah sudah sesuai denganmu. Jika kamu membutuhkan rileksasi yang lebih dalam agar mudah tidur, kamu bisa mencoba weighted blanket dengan bobot lebih berat. Perlu diingat juga weighted blanket tidak untuk digunakan pada balita di bawah usia dua tahun.
(Baca Juga: Ingin Ketiak Cerah? Gunakan Produk Glycolic Acid Satu Ini!)
Gimana, tertarik coba weighted blanket untuk meningkatkan kualitas tidurmu?