Sepuluh tahun yang lalu, tepat 2014 yang dianggap sebagai tahun penuh sejarah dalam dunia musik. Sekaligus, menciptakan tren playlist yang masih berkembang hingga hari ini. Dalam satu dekade terakhir, lagu-lagu dari tahun tersebut tetap mendominasi tangga lagu di berbagai platform streaming seperti Spotify dan Apple Music. Dari pop hingga rock, dari soul hingga dance, semuanya memiliki pesona dan daya tariknya masing-masing.
Tahun 2014 juga menjadi tahun penuh warna atas bangkitnya musisi solo wanita seperti Lorde, Iggy Azalea, Ariana Grande, hingga Meghan Trainor. Bagi beberapa musisi terkenal tersebut, 2014 menjadi tonggak sejarah dalam karier mereka. Lorde dengan Royals nya berhasil menguasai chart dunia sepanjang 2013 – 2014 dan sukses membawa pulang Grammy untuk kategori Best Pop Solo Performance dan Song of The Year pada tahun itu.
Termasuk Ariana Grande dengan lagu berjudul Bang Bang berkolaborasi bersama Nicki Minaj dan Jessie J membawakan konsep girl power dalam industri musik dunia. 2014 sering dianggap sebagai era keemasan musik, karena banyak lagu yang lahir pada tahun tersebut masih terus dikenang dan menjadi favorit di playlist banyak orang hingga saat ini.
Her World merangkum beberapa lagu yang rilis pada 2014 dan masih memiliki memiliki peringkat tinggi dalam tangga musik dunia.
Siapa yang tidak mengenal lagu ini? Pertanyaan itu layaknya pantas disematkan pada masterpiece yang dimiliki John Legend ini. All Of Me rilis setahun sebelumnya yang kemudian memuncaki banyak tangga lagu pada 2014. Ini merupakan sebuah mahakarya yang menyentuh hati dengan melodi piano yang memukau. John Legend menciptakan lagu ini sebagai persembahan penuh cinta untuk istrinya, Chrissy Teigen. Dengan suara lembutnya, penyanyi ini berhasil menyampaikan makna lirik yang dalam tentang kesetiaan dan penerimaan sepenuh hati. Tidak hanya menjadi lagu romantis, "All of Me" juga menjadi magnet popularitas baginya, menandai keberhasilannya dalam menciptakan karya yang diminati banyak orang.
One Republik membawa image music pop dalam sentuhan yang baru pada era ini. Dengan mencampurkan elemen folk pada musik pop yang energik, mereka berhasil menarik pendengar yang lebih luas dari sebelumnya. Lagu ini tak hanya terkenal karena instrumen yang memanjakan telinga, tetapi juga lirik yang menyuarakan ambisi dan ketidakpuasan terhadap kehidupan materialistik. Seiring popularitasnya, Counting Stars mencapai status sebagai salah satu lagu terlaris dan paling banyak di-streaming sepanjang masa, menjadi support system untuk bebas bermimpi dan mengejar impian.
Rilis pada April 2014, lagu ini sekaligus menjadi gerbang bagi Sam Smith untuk mendapatkan popularitasnya hingga saat ini. Bersama gaya vokal yang kaya dan instrumen yang intens lagu ini berhasil membawakan perasaan ditinggalkan oleh seseorang yang dikasihi kepada penonton. Stay With Me juga menghadirkan pengaturan musik yang sederhana, namun sangat efektif dalam menyampaikan makna lirik yang mendalam tentang keintiman dan keinginan untuk memiliki seseorang di samping. Keberhasilan Stay With Me dihargai dari sejumlah penghargaan Grammy yang berhasil diraihnya, menjadikannya salah satu lagu paling ikonis dari Sam Smith.
Sudah sepuluh tahun dan masih selalu relevan! Siapa yang tidak menyukai Taylor Swift? Lirik dan elemen lagu-lagunya akan selalu memanjakan pendengarnya. Lagu ini merupakan bentuk self-love yang paling mudah dimengerti dengan lirik yang catchy dan selalu relevan. Melalui liriknya, Taylor Swift mengeksplorasi bagaimana cara sosial memandang dirinya sehingga membuatnya merasa kurang baik. Namun, disaat yang sama dalam beberapa kesempatan wawancara Taylor Swift mengatakan, “Lagu ini aku tulis untuk mengajarkanku cara menjalani hidup. Aku benar-benar ingin lagu ini yang membuat seseorang ingin bangun dan menari walaupun hidup mereka sedang tidak baik-baik saja,”
(Baca juga: 7 Lagu Duet Barat Romantis Terbaik Sepanjang Masa)
Lagu ini merupakan lagu pertama Sia yang berhasil membawanya menduduki peringkat ke-8 dalam Billboard Hot 100 pada saat itu. Menjadi lagu terbaik yang memberikan kepopuleran padanya, lagu ini juga merupakan lagu dengan kombinasi yang cukup mengejutkan. Sia menyusun lagu ini dengan memadukan RnB dan sedikit hint Reggae untuk menyampaikan perasaan sedihnya saat melihat apa yang sudah terjadi dalam hidupnya. Chandelier juga menjadi salah satu lagu miliknya yang jujur dan terbuka tentang kehidupan pribadinya. Melalui lagu ini, Sia ingin semua orang bisa menyadari bahwa terjebak dengan kehidupan yang gelap seperti menjadi pecandu, merupakan keputusan yang menyedihkan dan hanya akan merusak dirimu sendiri. Oleh karena itu, lagu ini menjadi salah satu lagu yang banyak di streaming agar tidak terjebak dengan hal-hal yang merugikan tersebut.
Lagu ini merupakan single ke-4 dari RAN yang membahas tentang hubungan jarak jauh. Salah satu persoalan hubungan pada masa itu yang jarang dibahas melalui musik tanah air. Berkat liriknya yang asik dan mudah dihafalkan, lagu ini dengan cepat menjadi kesukaan banyak orang. Dalam beberapa kesempatan wawancara, RAN menyampaikan bahwa lagu ini tidak sebatas lagu untuk hubungan romantis, tetapi juga sebagai penyampai pesan kerinduan pada orang-orang yang kamu sayangi dan berada di tempat yang jauh dari dirimu. Oleh karena itu, melalui lagu ini RAN ingin para pendengarnya tidak merasa sendirian.
(Baca juga: Setelah 10 Tahun, Lagu-Lagu ini Masih Menjadi Favorit)
Hal menarik dari lagu ini adalah, lagu ini sudah pernah dirilis sebelum 2014. Namun, baru menjadi trending dan banyak masuk dalam tangga musik lokal ketika menjadi soundtrack dari sinetron Ganteng-Ganteng Serigala. Semua orang rasanya mengenali lagu ini karena vokal yang terasa memikat dengan menceritakan situasi sebuah hubungan yang nyatanya tidak bisa bersatu karena banyak hal. Bersama lagu ini, pendengar akan dibawa untuk mengeksplorasi perasaan mereka masing-masing terhadap situasi hubungan yang sulit.
Dalam perjalanan karirnya, Rossa selalu mengatakan bahwa lagu ini terasa begitu pilu karena menceritakan kerinduannya akan seseorang yang dirinya sayangi tetapi sudah lebih dulu pergi ke surga sehingga tidak akan ada kemungkinan pertemuan lagi. Lagu ini sendiri disusun oleh Rossa dan Melly Goeslaw secara khusus sebagai Original Soundtrack (OST) film Hijrah Cinta. Bersama liriknya yang berbunyi, “Aku harus meninggalkan semua cinta ini, dan bila nanti bertemu dia,” “Kumohon, kembalikanlah kami, satukanlah lagi di surga-Mu,” berhasil membuat para pendengarnya ikut berkaca-kaca karena liriknya yang sangat menyayat hati. Sampai saat ini, lagu ini sudah banyak di-cover dan dinyanyikan oleh banyak penyanyi terkenal lainnya.
Lagu yang masih nyaman untuk didengarkan ini menyampaikan cerita tentang situasi hubungan yang tidak menemukan titik terang dan harus merelakannya. Repvblik membawakan lagu ini dengan melodi yang menenangkan, berhasil membawa pendengarnya ikut terbawa suasana dengan hubungan tersebut. Melalui lagu ini, kamu akan dibawa pada perasaan merelakan yang lebih besar, tentang pengharapan yang sudah usai tetapi tetap memberikan bekas yang istimewa dalam dirimu.
Lagu kolaborasi yang selalu menjadi pilihan untuk didengarkan saat sedang putus cinta. Namun, berbeda dengan lagu putus cinta lainnya The Rain menawarkan lagu yang lebih rock dengan lirik yang lebih segar. Band ini membawa pendengarnya untuk menghadapi patah hati dengan cara yang lebih menyenangkan dan membangun, alih-alih terpuruk dengan keadaan. Oleh karena itu, lagu ini masih terasa segar dan banyak didengarkan hingga hari ini.
Ketika kita menelusuri playlist di media streaming seperti Spotify atau Apple Music, lagu-lagu dari tahun 2014 masih banyak hadir dalam deretan top hit. Mereka tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menunjukkan kekuatan musik yang mampu bertahan dan melekat dalam ingatan pendengar selama satu dekade. Sepuluh tahun setelahnya, tahun 2014 tetap menjadi momen emas dalam perjalanan panjang musik, membangun kenangan yang tak terlupakan bagi para penikmat musik.
(Penulis: Adila Firani)